Pengertian syarat rukun haji dan larangannya

Advertisement
Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh salam bahagia bagi semua ikhwan ikmal dimana pun berada kali ini admin akan membahas tentang pengertian syarat rukun haji dan larangannya karena sebagaimana kita ketahui bersama bahwa ibadah hajji termasuk daripada rukun islam dan sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat islam yang mampu untuk melaksanakannya.

Sengaja saya bahas tentang masalah ini karena jika seorang muslim melaksanakan ibadah hajji tanpa mengetahui dari syarat,rukun dan pembatalan hajji maka hukumnya tidak sah sebab itu adalah hala yang harus diketahui dan dilaksanakan bagi setiap muslim yang akan melaksanakan ibadah hajji supaya bisa dikategorikan hajji yang mabrur dan maqbul.

Maka sangat penting sekali bagi kita kita yang akan melaksanakan ibadah hajji mengetahui secara seksama segala hal yang ada kaitannya dengan ibadah hajji seperti syarat sah hajji,rukun hajji,wajib hajji dan pembatalan hajji agar senantiasa ibadah hajji yang akan dan telah kita tunaikan sesuai dengan hukum dan ketentuan agama dan negara yang berlaku dan nanti disaat kita kembali mendapatkan gelar hajji yang maqbul dan mabrur,sebagaimana yang telah disabdakan oleh nabi bahwa "tiada pahala bagi seorang hajji yang mabrur kecuali surga " untuk itu semoga menjadi motivasi tambahan buat kita sehingga melaksanakan ibadah hajji dengan sempurna.


syarat rukun haji


Syarat Hajji ada lima :

1. Islam
2. Berakal
3. Baligh
4. Merdeka
5. Mampu

Rukun Hajji ada 6 :

1. Ihram
Ihram, yaitu pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umroh di miqat.
2. Wukuf
Wukuf di Arafah, yaitu berdiam diri, dzikir dan berdo'a di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.
3. Tawaf Ifadah
Tawaf Ifadah, yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, dilakukan sesudah melontar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah.
4. Sa'i
Sa'i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 Kali, dilakukan sesudah Tawaf Ifadah.
5. Tahallul
Tahallul, yaitu bercukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan Sa'i.
6. Tertib
Tertib, yaitu mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada yang tertinggal.

C. Wajib Haji ada 7 :
 
1. Niat Ihram, untuk haji atau umrah dari Miqat Makani, dilakukan setelah berpakaian ihram.
2. Mabit (bermalam) di Muzdalifah, pada tanggal 9 Zulhijah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina).
3. Melontar Jumrah Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah yaitu dengan cara melontarkan tujuh butir kerikil berturut-turut dengan mengangkat tangan pada setiap melempar kerikil sambil berucap, “Allahu Akbar, Allahummaj ‘alhu hajjan mabruran wa zanban magfura(n)”. Setiap kerikil harus mengenai ke dalam jumrah jurang besar tempat jumrah.
4. Mabit di Mina, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
5. Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
6. Tawaf Wada', yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah.
7. Meninggalkan perbuatan yang dilarang saat ihram.

Nah,itulah penjelasan tentang pengertian syarat rukun hajji dan larangannya semoga bisa menjadi ilmu tambahan bagi kita sehingga mampu menunaikan ibadah hajji dan semoga bisa menjadi hajji yang mabrur/mabruroh dan hajji maqbul/maqbullah  amiiiiiin. Wassalamu'alaikum warohmatullhi wabrokatuh.

Advertisement